Sejarah Palestina lengkap dan padat dari masa ke masa

06 Mar 2019
Image
Ukuran Font

Palestina merupakan kiblat pertama umat Islam, Masjid al-Aqsha yang terletak di Baitul Maqdis Yerussalem. Sebagai muslim perlu mengetahui sejarah palestina dari masa kemasa khususnya penjajahan yang dilakukan Israel saat ini.

Sejarah Palestina dimulai dari perselisihan akibat penyerobotan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Palestina. Berawal dari mencuatnya Zionisme yang diawali oleh Theodor Herzl pada 1895. Herzl sebagai ketua komunitas Yahudi yang berada di Inggris. Zionisme merupakan paham gerakan yang bersifat SARA yang bertujuan mendirikan negara khusus orang Yahudi.

Palestina telah berkali-kali berusaha disingkirkan dari wilayahnya. Peristiwa perang 6 hari pada tahun 1967 mengubah peta Palestina menjadi 2 bagian, Tepi Barat di utara dan Gaza di sisi selatan. Luas wilayah Palestina semakin sempit, digerogoti oleh zionis Israel, sehingga luas wilayah Palestina hanya tersisa 5%.

Pada tahun 1917 Deklarasi Balfour

Inggris mendeklarasikan bahwa "sebuah rumah nasional untuk orang-orang Israel" akan didirikan di Palestina dan hak-hak dalam pemerintahan dan hak beragama dari para Non Yahudi akan tetap dipertahankan

Pada tahun 1949 Al-Nakba

Resolusi PBB 181 mengusulkan sebuah partisi di Palestina yang menciptakan dua negara bagian yang terpisah - Yahudi dan Arab - mengakibatkan lebih dari 170.000 orang Palestina dipecat dengan paksa dan 500 Desa hancur

Pada Tahun 1967 Perang 6 hari

Israel meluncurkan serangan militer yang direncanakan di Mesir, Yordania dan Suriah, merebut kendali atas Sinai, Gaza, Tepi Barat, Golan Tinggi dan Yerusalem - ini adalah awal pembangunan permukiman ilegal Israel di wilayah tersebut.


Pada tahun 1987 Intifada

Warga Palestina bangkit kembali untuk memerangi penyelesaian yang illegal dan perampasan wilayah di Gaza dan Bank Barat yang telah dilakukan oleh orang Israel. Aksi tanpa kekerasan ini awalnya hanya didasari oleh ketidaksetujuan para Warga Palestina yang kebanyakan dari mereka tidak bersenjata.


Pada tahun 2007 Pengepungan Gaza

Israel memberlakukan blokade perbatasan dan laut di Gaza, memberlakukan pembatasan berat pada pergerakan barang dan manusia


Pada tahun 2014 Operation Protective Edge

Para Israel menyerang Gaza setelah pemerintahan Palestina terbentuk- lebih dari 2.000 orang Palestina terbunuh ( yang mana kebanyakan warga sipil)

Pada tahun 2017 Penutupan Al-Aqsa dan Pengakuan Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel

Polisi Israel menutup Al Aqsa sehingga tidak bisa digunakan untuk sholat. Kejadian itu terjadi setelah Israel membunuh 3 warga Palestina dan juga melukai salah satu imam Masjid Al-Aqsa. Setelah itu terjadi pembatasan untuk masuk kedalam Masjid dengan menggunakan metal detector di pintu masuk Masjid.

Pasca pernyataan kontroversial dari negara adidaya, menjadikan jutaan penduduk Palestina terluka. Hal ini menjadi pengoyak luka lama yang belum sempat pulih. Bentrokan terjadi disepanjang Kota Tua Yerusalem sampai Tepi Barat, Gaza. Akibatnya, 4 warga sipil Palestina harus meregang nyawa dan ratusan warga sipil mengalami luka-luka, diantaranya terjadi pada anak-anak yang tak berdosa.

Pada tahun 2018 Great Return March

Aksi protes menentang blokade zionis dilakukan warga Gaza di perbatasan Jalur Gaza dan Israel. Aksi tersebut mengakibatkan ratusan jiwa melayang, termasuk tim medis, jurnalis, dan juga anak remaja. Sementara,18.000 lainnya luka-luka.

Blokade yang dilakukan zionis mengakibatkan keterbatasan pasokan bahan bakar untuk pengoperasian Rumah Sakit. Padahal, ratusan nyawa pasien bergantung pada alat-alat Rumah Sakit agar tetap bisa bertahan hidup.

Perang demi perang terus terjadi antara Palestina dengan Israel. Gerakan Zionisme ini tidak pernah berhenti. Mereka terus berusaha merebut tanah wilayah bangsa Palestina demi tujuan utamanya, yaitu berdirinya sebuah negara bagi kamu Yahudi. Sampai hari ini, wilayah Palestina yang amat luas itu terus berkurang akibat pendudukan yang dilakukan Israel hingga saat ini.

 

 

Bagikan
Artikel Lainnya
Produk Rekomendasi