Transformasi Palestina.id 2024, Dari Suara Kebenaran Menjadi Simbol Solidaritas

Lahir dari keprihatinan mendalam atas penderitaan rakyat Palestina yang terpinggirkan dari narasi global, Palestina.id memulai perjalanan pada tahun 2020 sebagai platform media independen. Seiring berjalannya waktu, Palestina.id tumbuh menjadi lebih dari sekadar platform media. Kami menjadi wadah bagi komunitas yang peduli Palestina, tempat berbagi cerita, informasi, dan harapan.

Pada tahun 2024. Palestina.id bertransformasi menjadi sebuah store yang tidak hanya menyuarakan kebenaran, tetapi juga menjadi simbol nyata dukungan bagi Palestina. Lebih dari sekadar transaksi komersial, store Palestina.id adalah manifestasi dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama

Visi Misi Kami

Kami membayangkan sebuah dunia di mana rakyat Palestina hidup dalam kebebasan, keadilan, dan martabat. Kami percaya bahwa dengan memberikan informasi yang akurat, meningkatkan kesadaran, dan menggalang dukungan, kita dapat berkontribusi untuk mewujudkan visi tersebut.

  • Berita dan Informasi: Palestina.id menyajikan berita terkini dan analisis mendalam tentang perkembangan politik, sosial, dan kemanusiaan di Palestina. memihak.
  • Advokasi: Kami aktif mengadvokasi hak-hak rakyat Palestina melalui kampanye, petisi, dan kegiatan lainnya. Kami bekerja sama dengan organisasi lokal dan internasional untuk memperjuangkan keadilan dan perdamaian di Palestina.
  • Store:memberikan produk-produk berkualitas sebagai simbol solidaritas kepada palestina

Produk Palestina.id 

Produk-produk Palestina.id dipilih secara cermat untuk kualitas dan keunikannya

Setiap produk di Palestina.id memiliki kisah unik yang menceritakan tentang budaya, sejarah, dan semangat rakyat Palestina, memberikan dimensi mendalam pada pengalaman berbelanja Anda.

Sebagian dari keuntungan Palestina.id disalurkan untuk mendukung program-program kemanusiaan di Palestina, memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan.

Palestina.id adalah satu-satunya platform e-commerce di Indonesia yang secara eksklusif menjual produk-produk asli 

5 Alasan Kenapa Masjid Al Aqsha Penting Bagi Umat Islam

 

Masjid Al Aqsa merupakan salah satu tempat ibadah penting bagi umat Islam. Lokasi yang berada di kota Al Quds membuat Masjid ini menjadi tidak aman lantaran kota tersebut menjadi incaran Zionis Israel.

Umat muslim di Palestina pun terus berusaha menjaga dan mempertahankan masjid Al Aqsa dari keserakahan Israel. Untuk mengetahui betapa pentingnya masjid Al Aqsa bagi umat Islam, berikut 5 alasannya:

1. Sejarah Isra Mi’raj
Masjid Al Aqsa menjadi salah satu tempat yang mulia karena terlibat dalam kisah perjalanan Isra Mi’raj yang dilakukan Nabi Muhammad ﷺ. Pada peristiwa Isra’ Rasulullah ﷺ melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di kota Makkah ke Masjidil Aqsha di Al Quds.

Kemudian dilanjutkan dengan Miraj yang merupakan kisah perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ke tujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian) untuk menerima perintah menjalankan shalat lima waktu dalam sehari semalam dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

2. Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk berziarah
Rasulullah ﷺ secara eksplisit memerintahkan umat Islam untuk berziarah ke masjid Al-Aqsa. Nabi berkata tentang anjuran untuk berziarah ke Masjid Al-Aqsha dalam hadits.

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي هَذَا وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَ

Artinya : “Tidak dikerahkan melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga Masjid, yaitu Masjidilharam (di Makkah), dan Masjidku (Masjid Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di Palestina)”. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).

3. Bangunan kedua di bumi
Dalam sebuah hadits disebutkan, masjid Al Aqsa merupakan bangunan kedua yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala ke bumi.

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ أَوَّلُ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ قَالَ ثُمَّ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ يَعْنِي بَيْتَ الْمَقْدِسِ قَالَ قُلْتُ كَمْ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً

Artinya : “Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama diletakkan oleh Allah di muka bumi?” Beliau bersabda, “Al-Masjid Al-Haram”. Abu Dzar bertanya lagi, “Kemudian apa?”. Beliau bersabda, “Kemudian Al-Masjid Al-Aqsha”. Berkata Abu Mu’awiyah “Yakni Baitul Maqdis” . Abu Dzar bertanya lagi, “Berapa lama antara keduanya?”. Beliau menjawab, “Empat puluh tahun”. (H.R. Ahmad dari Abu Dzar).

Bangunan masjid Al Aqsa sudah ada sejak zaman nabi Adam AS, kemudian sempat mengalami kerusakan. Lalu, pada zaman Nabi Ibrahim AS, ia sempat salat di area masjid. Kemudian barulah para keturunan Nabi Ibrahim AS membangun kembali pondasi masjid, yaitu Ya’qub, Nabi Daud, dan Nabi Sulaiman.

4. Kiblat pertama umat Islam
Dalam sebuah hadits disebutkan,

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا حَتَّى نَزَلَتْ الْآيَةُ الَّتِي فِي الْبَقَرَةِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

Artinya : Dari Al-Bara bin ‘Azib berkata, “Saya shalat bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menghadap ke arah Baitul Maqdis selama enam belas bulan, sampai turun ayat di dalam Surah Al-Baqarah ayat 144.” (H.R. Bukhari).

Ayat di dalam Surah Al-Baqarah yang dimaksud adalah ayat 144 yaitu :

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan”. (Q.S. Al-Baqarah [2] : 144).

5. Besarnya pahala shalat di masjid Al Aqsa
Keutamaan salat di Masjid Al-Aqsha terkandung dalam hadits, bahwa lebih utama 500 kali dibandingkan salat di masjid lain berasal dari Abu Dzar, yaitu :

“Salat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada sholat di masjid-masjid lainnya. Sholat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat. Dan sholat di Masjidil Aqsha lebih utama lima ratus kali lipat.” (HR Ahmad dari Abu Darda).

Peran terbesar Indonesia terhadap Palestina

Berawal dari Presiden pertama Ir. Soekarno hingga Bapak Joko Widodo, Indonesia tetap konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Mulai dari ketidaktersediaan Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel, sampai mengirimkan dan menyediakan kebutuhan makanan dan kesehatan, serta berbagai bentuk dukungan lainnya.

Tidak hanya dari sisi pemerintahan, masyarakat Indonesia pun bahu-membahu membantu rakyat Palestina melalui donasi dan tenaganya, banyak lembaga kemanusiaan Indonesia yang berperan langsung membantu Palestina seperti Aksi Cepat Tanggap, Dompet Dhuafa, KNRP hingga Rumah Zakat

Berikut poin dukungan Indonesia terhadap Palestina
1. Menolak hubungan diplomatik dengan Israel
2. Konsisten hingga saat ini mendukung kemerdekaan Palestina
3. Mendorong upaya pembahasan kemerdekaan Palestina dalam beberapa kesempatan Internasional maupun organisasi seperti Konferensi Asia Afrika, KTT OKI dan KTT Gerakkan Non Blok
4. Menjadi tuan rumah Konferensi Internasional mengenai Yerusalem. Konferensi yang dihadiri 25 negara anggota Komite Palestina PBB dan 24 negara peninjau ini dilangsungkan oleh Komite Palestina PBB dan OKI
5. Bantuan teknis yang diberikan oleh pemerintahan Indonesia, antaralain adalah pelatihan 1.338 rakyat palestina yang terbai dalam 128 program. ditambah bantuan dari Organisasi lokal baik LSM, Yayasan maupun rakyat Indonesia langsung

Walaupun sudah banyak rakyat Indonesia tidak akan pernah lelah membantu saudara sesama khususnya Palestina, selain kiblat pertama umat muslim, Indonesia wajib membantu Palestina karena sesuai dengan amanat UUD 1945, niat luhur didirikannya bangsa Indonesia yaitu menghapus penjajahan.

4 faktor besar yang paling mempengaruhi Palestina dijajah hingga saat ini

Konflik antara Palestina dengan Zionis Israel tak pernah berhenti hingga saat ini, lalu mengapa hal ini bisa terjadi? berbagai upaya telah dilakukan untuk mendamaikan kedua pihak, lalu apa saja sih yang membuat konlik ini terus terjadi? Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi tiada ujungnya solusi damai di Palestina 

Faktor internal Israel 

Palestina sering dijadikan isu politik di antara partai-partai politik di Israel, Kebijakan terhadap Palestina sering menjadi penyebab kalah atau menangnya suatu partai di Israel. Pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina. Perebutan wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Larangan Palestina memiliki angkatan bersenjata. Perbatasan selalu diawasi tentara Israel yang seringkali menjadi pemicu konflik dengan warga Palestina. Perbedaan pemahaman Partai yang berkuasa yaitu antara Partai Kanan Tengah Likud yang cenderung kaku dalam menjalankan perundingan damai, sedangkan Partai Kiri Tengah Buruh menerima resolusi 242 mengenai rumusan tanah untuk perdamaian (land of peace).

Faktor eksternal Israel 

Dukungan tanpa batas Amerika Serikat terhadap Israel baik secara politik, ekonomi dan militer.

Faktor Internal Palestina 

Terjadi perbedaan visi antara kubu Fatah dan Hamas. Lemahnya posisi tawar Palestina terhadap Israel.

Faktor eksternal Palestina 

Kurangnya dukungan dari negara-negara Timur Tengah, Asia dan Eropa terhadap perundingan damai Israel-Palestina. Tidak optimalnya upaya diplomasi yang dilakukan negara-negara Arab terhadap perundingan damai. Negara-negara Timur Tengah yang secara resmi telah berdamai dengan Israel adalah Turki, Mesir, dan Yordania. Pada masa sebelum Februari 2011, Mesir banyak berperan dalam mengatasi konflik-konflik Israel dan Palestina. Selama masa Arab Spring ini, di mana Mesir merupakan salah satu Negara Timur Tengah yang mengalaminya, peran Mesir dalam proses hubungan Israel-Palestina agak berkurang. Tahun lalu, di era Ikhwanul Muslimin, Mesir memprakarsai gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Itulah satu-satunya keterlibatan Mesir dalam konflik Palestina Israel sejak jatuhnya Presiden Hosni Mubarak pada 11 Februari 2011. Biasanya Mesir, Negara Timur Tengah garda depan yang paling berpengaruh baik terhadap Israel maupun Negara Timur Tengah lain, selalu hadir dalam mendorong proses perdamaian Palestina-Israel. Hubungan Israel dengan Yordania, yang menandatangani proses perdamaian dengan Israel pada 1994, adalah Negara Timur Tengah yang paling dekat dengan Israel. Namun, perannya dalam proses perdamaian Israel Palestina tidak sebesar Mesir, juga tidak sebesar Arab Saudi dan kerajaan-kerajaan mini Arab di Teluk Persia, meskipun Yordania berbatasan langsung dengan Israel. Negara-negara inilah, bersama Mesir, yang memiliki pengaruh kuat pada AS dalam mendorong negara adidaya ini menekan Israel agar menyelesaikan konfliknya dengan Palestina. Turki merupakan negara besar di Timur Tengah, anggota NATO, yang sudah sejak awal Israel merdeka pada 1948 sudah berdamai dengan negara itu. Turki juga pernah menjajah Palestina selama ratusan tahun dan baru berakhir pada Perang Dunia I. Namun, peran negara ini dalam proses perdamaian Arab-Israel sangat kecil. Tapi belakangan ini, hubungan Israel dengan negara-negara Timur Tengah semakin dekat karena mereka menghadapi musuh bersama, yaitu Iran. Program nuklir Iran dan Arab Spring yang sedang melanda Suriah (Negara Timur Tengah garda depan yang belum berdamai dengan Israel) dan peran Hizbullah pro-Iran di Lebanon (juga tetangga Israel)  membuat kebutuhan Israel akan hubungan dengan negara-Negara Timur Tengah semakin kuat.

Sejarah Palestina lengkap dan padat dari masa ke masa

Palestina merupakan kiblat pertama umat Islam, Masjid al-Aqsha yang terletak di Baitul Maqdis Yerussalem. Sebagai muslim perlu mengetahui sejarah palestina dari masa kemasa khususnya penjajahan yang dilakukan Israel saat ini.

Sejarah Palestina dimulai dari perselisihan akibat penyerobotan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Palestina. Berawal dari mencuatnya Zionisme yang diawali oleh Theodor Herzl pada 1895. Herzl sebagai ketua komunitas Yahudi yang berada di Inggris. Zionisme merupakan paham gerakan yang bersifat SARA yang bertujuan mendirikan negara khusus orang Yahudi.

Palestina telah berkali-kali berusaha disingkirkan dari wilayahnya. Peristiwa perang 6 hari pada tahun 1967 mengubah peta Palestina menjadi 2 bagian, Tepi Barat di utara dan Gaza di sisi selatan. Luas wilayah Palestina semakin sempit, digerogoti oleh zionis Israel, sehingga luas wilayah Palestina hanya tersisa 5%.

Pada tahun 1917 Deklarasi Balfour

Inggris mendeklarasikan bahwa "sebuah rumah nasional untuk orang-orang Israel" akan didirikan di Palestina dan hak-hak dalam pemerintahan dan hak beragama dari para Non Yahudi akan tetap dipertahankan

Pada tahun 1949 Al-Nakba

Resolusi PBB 181 mengusulkan sebuah partisi di Palestina yang menciptakan dua negara bagian yang terpisah - Yahudi dan Arab - mengakibatkan lebih dari 170.000 orang Palestina dipecat dengan paksa dan 500 Desa hancur

Pada Tahun 1967 Perang 6 hari

Israel meluncurkan serangan militer yang direncanakan di Mesir, Yordania dan Suriah, merebut kendali atas Sinai, Gaza, Tepi Barat, Golan Tinggi dan Yerusalem - ini adalah awal pembangunan permukiman ilegal Israel di wilayah tersebut.


Pada tahun 1987 Intifada

Warga Palestina bangkit kembali untuk memerangi penyelesaian yang illegal dan perampasan wilayah di Gaza dan Bank Barat yang telah dilakukan oleh orang Israel. Aksi tanpa kekerasan ini awalnya hanya didasari oleh ketidaksetujuan para Warga Palestina yang kebanyakan dari mereka tidak bersenjata.


Pada tahun 2007 Pengepungan Gaza

Israel memberlakukan blokade perbatasan dan laut di Gaza, memberlakukan pembatasan berat pada pergerakan barang dan manusia


Pada tahun 2014 Operation Protective Edge

Para Israel menyerang Gaza setelah pemerintahan Palestina terbentuk- lebih dari 2.000 orang Palestina terbunuh ( yang mana kebanyakan warga sipil)

Pada tahun 2017 Penutupan Al-Aqsa dan Pengakuan Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel

Polisi Israel menutup Al Aqsa sehingga tidak bisa digunakan untuk sholat. Kejadian itu terjadi setelah Israel membunuh 3 warga Palestina dan juga melukai salah satu imam Masjid Al-Aqsa. Setelah itu terjadi pembatasan untuk masuk kedalam Masjid dengan menggunakan metal detector di pintu masuk Masjid.

Pasca pernyataan kontroversial dari negara adidaya, menjadikan jutaan penduduk Palestina terluka. Hal ini menjadi pengoyak luka lama yang belum sempat pulih. Bentrokan terjadi disepanjang Kota Tua Yerusalem sampai Tepi Barat, Gaza. Akibatnya, 4 warga sipil Palestina harus meregang nyawa dan ratusan warga sipil mengalami luka-luka, diantaranya terjadi pada anak-anak yang tak berdosa.

Pada tahun 2018 Great Return March

Aksi protes menentang blokade zionis dilakukan warga Gaza di perbatasan Jalur Gaza dan Israel. Aksi tersebut mengakibatkan ratusan jiwa melayang, termasuk tim medis, jurnalis, dan juga anak remaja. Sementara,18.000 lainnya luka-luka.

Blokade yang dilakukan zionis mengakibatkan keterbatasan pasokan bahan bakar untuk pengoperasian Rumah Sakit. Padahal, ratusan nyawa pasien bergantung pada alat-alat Rumah Sakit agar tetap bisa bertahan hidup.

Perang demi perang terus terjadi antara Palestina dengan Israel. Gerakan Zionisme ini tidak pernah berhenti. Mereka terus berusaha merebut tanah wilayah bangsa Palestina demi tujuan utamanya, yaitu berdirinya sebuah negara bagi kamu Yahudi. Sampai hari ini, wilayah Palestina yang amat luas itu terus berkurang akibat pendudukan yang dilakukan Israel hingga saat ini.